Jumat, 24 April 2015

[047] Muhammad Ayat 001

««•»»
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.

««•»»

Surah Muhammad 1

الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ أَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ
««•»»
alladziina kafaruu washadduu 'an sabiili allaahi adhalla a'maalahum
««•»»
Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Allah menyesatkan perbuatan-perbuatan mereka.
{1392}.
{1392} Maksudnya: semua amal perbuatan mereka tidak mendapat bimbingan dari Allah, tidak dihargai dan tidak mendapat pahala.
««•»»
Those who are [themselves] faithless and bar [others] from the way of Allah —He has made their works go awry.
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT. membagi manusia atas dua golongan, yaitu:

PERTAMA
Golongan kafir, yaitu orang-orang yang mengingkari kekuasaan dan ke-Esaan Allah, menyembah tuhan-tuhan yang lain selain Dia, menghalangi manusia beribadat kepada-Nya, membuat-buat cara beribadat kepada-Nya menurut pendapat dan keinginan diri sendiri, mencela dan menghalangi manusia beriman kepada Allah dan kepada Muhammad Rasul-Nya.

Seluruh amal dan perbuatan `golongan ini tidak mengikuti petunjuk-petunjuk Allah yang termuat di dalam Alquran dan hadis Rasul-Nya, tetapi mengikuti keinginan diri sendiri dan mengikuti petunjuk setan. Semua amal dan perbuatan yang berdasarkan perbuatan setan tidak ada artinya di sisi Allah walaupun perbuatan itu adalah perbuatan yang baik bagi manusia dan kemanusiaan.

Amal perbuatan itu seolah-olah buih yang timbul di permukaan air, kemudian hilang tanpa bekas sedikit pun. Karena itu semua amal dan perbuatan yang dikerjakan oleh orang-orang musyrik tidak ada arti dan pahalanya di sisi Allah di akhirat nanti. Mereka hanya mendapat balasan dan imbalan di dunia saja yang mereka peroleh dari manusia. Amal dan perbuatan ini ialah seperti budi pekerti yang mulia, mengadakan hubungan dengan orang lain (silaturahmi), memberi makan orang miskin, memelihara anak yatim, membuat usaha-usaha kemanusiaan, memelihara dan mendirikan mesjid.

Pekerjaan seperti ini adalah pekerjaan yang pernah dikerjakan oleh orang-orang musyrik Mekah, seperti memakmurkan Masjidil Haram, melindungi orang-orang yang memerlukan perlindungan, membantu orang-orang yang mengerjakan tawaf dan sebagai nya. Allah SWT. berfirman:


وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا
Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.
(QS. Al Furqaan [25]:23)

KE·DUA
Golongan yang beriman, yaitu orang-orang yang mengakui kekuasaan dan keesaan Allah, memurnikan ketaatan dan kepatuhan hanya kepada-Nya saja, tidak membuat-buat cara-cara beribadat kepada Allah menurut kemauan dan menjauhi larangan-larangannya, mereka beriman kepada Alquran yang dibawa Nabi Muhammad saw. menolong dan membantu manusia melaksanakan ibadat kepada-Nya.

Golongan ini adalah golongan yang diridai Allah. Amal dan perbuatannya diterima Allah, diampuni segala dosanya, mereka mendapat pahala di dunia sedang di akhirat akan mendapat kebahagiaan yang abadi


Menurut Ibnu Abbas, ayat pertama diturunkan berhubungan dengan orang orang yang memberi makanan pada perang Badar.

Mereka itu ada dua belas orang yaitu; Abu Jahal, Haris bin Hisyam, Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Ubay bin Khalaf, Umayyah bin Khalaf, Munabbih bin Hajjaj, Nubaih bin Hajjaj, Abul Bakhtari bin Hisyam, Zum'ah bin Aswid, Hakim bin Hazam dan Haris bin Aing bin Naufal.

Semua mereka itu mempunyai amal kebaikan pada masa Arab Jahiliah, seperti menyediakan minuman jemaah haji, memberi makan Pam tamu yang datang ke Masjidil Haram, melindungi dan menjaga hak tetangga dan sebagainya. Semua amal mereka itu dibatalkan Allah pahalanya, seakan-akan mereka tidak pernah berbuat sesuatupun, karena mutlak diterimanya suatu amal dan perbuatan adalah iman kepada Allah SWT. dan iman kepada Nabi Muhammad saw.

Sedangkan ayat kedua diturunkan berhubungan dengan orang Ansar di Madinah. Mereka beriman kepada Allah dan kepada Nabi Muhammad saw. membantu orang-orang Muhajirin yang baru saja datang dari Mekah hijrah bersama Nabi Muhammad saw. mengikuti perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.


««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Orang-orang yang kafir) dari kalangan penduduk Mekah (dan menghalang-halangi) orang-orang lainnya (dari jalan Allah) dari jalan keimanan (Allah melebur) menghapus (amal-amal mereka) seperti memberi makan dan menghubungkan silaturahim; mereka tidak akan melihat pahala amalnya di akhirat nanti dan mereka hanya mendapat balasan di dunia saja dari kemurahan-Nya.
««•»»
Those who disbelieve, from among the people of Mecca, and bar, others, from the way of God, that is to say, [from] faith, He will leave their works to waste, such as giving food [to the poor] or being kind to kin, and so they will find no reward for these [works of theirs] in the Hereafter; [but] they are requited for them in this world [purely] out of His bounty, exalted be He.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Dan mengenai firman-Nya yang lain, yaitu, "Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh."
(Q.S. Muhammad [47]: 2)

Ibnu Abbas r.a. mengatakan, "Mereka yang dimaksud dalam ayat ini adalah para Sahabat Anshar."
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of38
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=47&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#47:1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar