Jumat, 24 April 2015

[047] Muhammad Ayat 002

««•»»
Surah Muhammad 2

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَآمَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَهُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ
««•»»
waalladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati waaamanuu bimaa nuzzila 'alaa muhammadin wahuwa alhaqqu min rabbihim kaffara 'anhum sayyi-aatihim wa-ashlaha baalahum
««•»»
DDan orang-orang mu'min dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.

««•»»
But those who have faith and do righteous deeds and believe in what has been sent down to Muḥammad —and it is the truth from their Lord— He shall absolve them of their misdeeds and set right their affairs.
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT. membagi manusia atas dua golongan, yaitu:

PERTAMA
Golongan kafir, yaitu orang-orang yang mengingkari kekuasaan dan ke-Esaan Allah, menyembah tuhan-tuhan yang lain selain Dia, menghalangi manusia beribadat kepada-Nya, membuat-buat cara beribadat kepada-Nya menurut pendapat dan keinginan diri sendiri, mencela dan menghalangi manusia beriman kepada Allah dan kepada Muhammad Rasul-Nya.

Seluruh amal dan perbuatan `golongan ini tidak mengikuti petunjuk-petunjuk Allah yang termuat di dalam Alquran dan hadis Rasul-Nya, tetapi mengikuti keinginan diri sendiri dan mengikuti petunjuk setan. Semua amal dan perbuatan yang berdasarkan perbuatan setan tidak ada artinya di sisi Allah walaupun perbuatan itu adalah perbuatan yang baik bagi manusia dan kemanusiaan.

Amal perbuatan itu seolah-olah buih yang timbul di permukaan air, kemudian hilang tanpa bekas sedikit pun. Karena itu semua amal dan perbuatan yang dikerjakan oleh orang-orang musyrik tidak ada arti dan pahalanya di sisi Allah di akhirat nanti. Mereka hanya mendapat balasan dan imbalan di dunia saja yang mereka peroleh dari manusia. Amal dan perbuatan ini ialah seperti budi pekerti yang mulia, mengadakan hubungan dengan orang lain (silaturahmi), memberi makan orang miskin, memelihara anak yatim, membuat usaha-usaha kemanusiaan, memelihara dan mendirikan mesjid.

Pekerjaan seperti ini adalah pekerjaan yang pernah dikerjakan oleh orang-orang musyrik Mekah, seperti memakmurkan Masjidil Haram, melindungi orang-orang yang memerlukan perlindungan, membantu orang-orang yang mengerjakan tawaf dan sebagai nya. Allah SWT. berfirman:


وَقَدِمْنَا إِلَى مَا عَمِلُوا مِنْ عَمَلٍ فَجَعَلْنَاهُ هَبَاءً مَنْثُورًا
Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.
(QS. Al Furqan [25]:23)

KE·DUA
Golongan yang beriman, yaitu orang-orang yang mengakui kekuasaan dan keesaan Allah, memurnikan ketaatan dan kepatuhan hanya kepada-Nya saja, tidak membuat-buat cara-cara beribadat kepada Allah menurut kemauan dan menjauhi larangan-larangannya, mereka beriman kepada Alquran yang dibawa Nabi Muhammad saw. menolong dan membantu manusia melaksanakan ibadat kepada-Nya.

Golongan ini adalah golongan yang diridai Allah. Amal dan perbuatannya diterima Allah, diampuni segala dosanya, mereka mendapat pahala di dunia sedang di akhirat akan mendapat kebahagiaan yang abadi


Menurut Ibnu Abbas, ayat pertama diturunkan berhubungan dengan orang orang yang memberi makanan pada perang Badar.

Mereka itu ada dua belas orang yaitu; Abu Jahal, Haris bin Hisyam, Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Ubay bin Khalaf, Umayyah bin Khalaf, Munabbih bin Hajjaj, Nubaih bin Hajjaj, Abul Bakhtari bin Hisyam, Zum'ah bin Aswid, Hakim bin Hazam dan Haris bin Aing bin Naufal.

Semua mereka itu mempunyai amal kebaikan pada masa Arab Jahiliah, seperti menyediakan minuman jemaah haji, memberi makan Pam tamu yang datang ke Masjidil Haram, melindungi dan menjaga hak tetangga dan sebagainya. Semua amal mereka itu dibatalkan Allah pahalanya, seakan-akan mereka tidak pernah berbuat sesuatupun, karena mutlak diterimanya suatu amal dan perbuatan adalah iman kepada Allah SWT. dan iman kepada Nabi Muhammad saw.

Sedangkan ayat kedua diturunkan berhubungan dengan orang Ansar di Madinah. Mereka beriman kepada Allah dan kepada Nabi Muhammad saw. membantu orang-orang Muhajirin yang baru saja datang dari Mekah hijrah bersama Nabi Muhammad saw. mengikuti perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.


««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan orang-orang yang beriman) yaitu para sahabat Anshar dan lainnya (dan mengerjakan amal-amal yang saleh serta beriman pula kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad) yakni Alquran (dan itulah yang hak dari Rabb mereka, Allah menghapuskan daripada mereka) artinya, Dia mengampuni (kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka) karena itu mereka tidak lagi mendurhakai-Nya.
««•»»
But those who believe, namely, the Helpers (al-Ansār) and others [like them], and perform righteous deeds and believe in what has been revealed to Muhammad, namely, the Qur’ān — and it is the truth from their Lord — He will absolve them of, He will forgive them, their misdeeds and rightly dispose their mind, their state, so that they do not disobey Him.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Dan mengenai firman-Nya yang lain, yaitu, "Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh."
(Q.S. Muhammad [47]:2)
Ibnu Abbas r.a. mengatakan, "Mereka yang dimaksud dalam ayat ini adalah para Sahabat Anshar."
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 1][AYAT 3]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of38
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=47&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#47:2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar